MUI Korda Madura Menyikapi Radikalisme

Tidak ada komentar 401 views
banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Sabtu (29/07) Majelis Ulama Indonesia (MUI) korda madura meliputi bangkalan, Sampang, pamekasan dan Sumenep mengadakan pertemuan di Ponpes Salafiyah Sa’idiyah Arosbaya Bangkalan.

Selaras dengan tema yang diambil “Menangkal Radikalisme Dan Terorisme Serta Masuknya Isis Ke Pulau Madura” pertemaun ini dimaksudkan menyikapi perkembangan situasi terkini baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang sedang menimpa kaum muslimin di Palestina.

KH Busyro Damanhuri selaku ketua MUI Bangkalan mengajak semua eleman masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI “Maka dari itu mari kita perlu kawal fatwa Ketua Umum MUI pusat tentang komintmen kebangsaan ini bahwa NKRI sudah final disamping kita harus memberikan pemahaman kepada semua golongan akan prinsip kita yang tawassuth” ucap beliau mengawali pertemuan.

Selain dihadiri oleh Dewan Pimpinan MUI dari empat Kabupaten kegiatan ini juga menghadirkan Kapolres Bangkalan secara husus dimana selama ini Kapolres selalu berkordinasi dengan MUI dalam melakukan nahi munkar dan pada kesempatan ini juga MUI Bangkalan memberikan penghargaan kepada Kapolres bangkalan.

Pada saat dimintai arahan Bapak Anisullah selaku Kapolres Bangkalan mengaku tidak pantas dan memilih berbagi informasi tentang perkembangan situasi terkini tentang kondusifitas pulau Madura “Lebih tepatnya saya yang diberikan pengarahan sebab kalau saya yang memberikan pengarahan, maka kalau dibuat sinetron judulnya adalah dunia yang terbalik” ujarnya

“Ada personal ataupun kelompok-kelompok yang mencari pemahaman agama di internet dan medsos mereka menyatakan telah berbaiat pada isis dan semacamnya, sehingga kemudian menyerang anggata kepolisian, inilah kelompok yang tidak terstruktur yang dalam kepolisian disebut war wolf” lanjutnya.

Pada sesi kedua acara dilanjutkan dengan Rakorda MUI Madura dengan agenda pertama peralihan Kordinator MUI Madura yang sebelumnya dipegang MUI Bangkalan saat ini dipindah pada MUI Sampang. Dan agenda kedua adalah pembahasan seputar radikalisme yang mengasilkan keputusan diantaranya sebagai berikut: (a) MUI Korda Madura mengecam segala bentuk radikalisme baik berupa pemikiran maupun gerakan yang menyimpang dan membahayakan ke empat pilar Negara yaitu; Pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhinneka tunggal ika. (b) Mendesak DPR RI untuk segera memberikan rumusan dan devinisi yang jelas tentang radikalisme sehingga memudahkan dalam mendeteksi segala bentuk radikalisme. (c) MUI Korda Madura siap mengamalkan, mengamankan dan mensosialisasikan fatwa MUI pusat tentang faham kebangsaan bahwa NKRI sebagai sebuah bentuk Negara dan Pancasila sebagai Asas Negara adalah final. (d) Mengamanatkan kepada pemerintah untuk ikut mensosialisasikan kepada masyarakat tentang fatwa MUI bahwa NKRI sebagai bentuk Negara sudah final. (e) Mengecam keras terhadap penutupan Masjidil Aqsha yang dilakukan oleh tentara Israel sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang harus dilawan oleh semua bangsa utamanya kaum muslimin seluruh dunia.

Redaktur : Zainal Arifin

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik